IBUKOTA JAKARTA: QUO VADIS

Dengan BEBAN berat persoalan Jakarta, ibukota mau dikemanakan? Jika ibukota DIPINDAH, maka biaya sangat besar dan negara belum mempu membiayai. Maklum saja bahwa Indonesia masih termasuk negara berpenghasilan rendah ($ 4.000 US per capita). Namun Jika ibukota tidak dipindah maka beban kemacetan, banjir, kawasan kumuh dan polusi lingkungan terus meningkat. Belum lagi saat lebaran (H-7 dan H+7) eksodus warga jakarta pasti membawa korban kecelakaan sekitar 700 orang meninggal. Quo Vadis Jakarta. Bagaimanapun langkah moderat perlu dilakukan dan HARUS, ….. yaitu dengan mengurangi beban berat Jakarta dan dengan biaya yang tidak terlalu mahal.

Memang belum tepat jika pemindahan pusat pemerintahan RI ada di pantura Jakarta. Untuk mengurangi beban berat Jakarta maka sejumlah kementrian teknis (non menko) dipindahkan ke luar Jakarta (di Jawa) dan sebagian kementrian teknis dipindah di luar Jawa. Penyebab beban Jakarta adalah bahwa Jakarta saat ini menguasai anggaran pembangunan 60% hingga 70% APBN dan potensi ini diikuti tradisi investasi domestik dan asing sebesar 50an persen di Jakarta dan sekitarnya. Sehingga urbanisasi di Jakarta dan sekitarnya masih akan sangat luar biasa terus berlangsung dan membebani Jakarta secara fisik dan social ekonomi. Sebagai dampak negatifnya adalah kemacetan, banjir, permukiman kumuh masih akan terus tumbuh di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek).

Jika  beban rutin Jakarta dikurangi maka keberadaan dana pembangunan yang besar dan terpusat di semua kementrian akan maka sebagia APBN kementrian akan tersebar diberbagaai daerah di Indonesia. Dalam hal ini secara efektif sejumlah kira-kira 15 kementrian teknis keluar Jakarta dan sebagian keluar Jawa secara bertahap (10 s/d 15 tahun) sekaligus berfungsi untuk pemerataan pembangunan, ekonomi, transmigrasi, dan pengembangan daerah perbatasan. Jika kebijakan ini menjadi pilihan maka Jakarta masih tetap sebagai ibukota NKRI dimana RI Satu dan kantor Kementerian koordinator (Menko) masih tetap di Jakarta dan sekitarnya. Penempatan sejumlah kantor-kantor kementerian teknis di luar Jakarta dan diluar Jawa sesuai potensi wilayahnya dan sesuai pula dengan kontribusi lahan yang disediakan oleh pemerintah daerah. Dalam hal ini pemerintah pusat tidak perlu membiayai lahan namun lahan disediakan oleh pemerintah daerah sebagi kontribusi dan partisipasi.

Misal, Kementerian Pariwisata dan Budaya ada di Bali, Kemendiknas di Yogyakarta, Kemenetrian Kelautan dan Perikanan ada di Kepulauan Maluku. Kementerian Kehutanan ada diperbatasan Kalimantan dan Malaysia, Kementerian Perkebunan ada di wilayah Sumatera, Kementerian pertambangan ada di Papua, dsb. Pilihan ini memberikan banyak nilai positif yaitu pembiayaan yang lebih murah, desentralisasi yang baik, kemudahan memperbaiki Jakarta, kontribusi daerah dan mendukung MP3EI. Jakarta yang tetap sebagai ibukota akan mudah diperbaiki terutama masalah banjir, kemacetan lalu lintas dan permukiman kumuh. Masalah koordinasi dan komunikasi semua kementrian dengan presiden akan diselesaikan melalui teknologi informasi seperti video conference, skype, telepon, dsb. Pada posisi pilihan ini Presiden dan Menko akan tetap di Jakarta, dan setiap bulan ada satu minggu dimana semua mentri akan berada di Jakarta.

Dari uraian diatas, maka langkah nyata pembangunan ibukota sebagai etalase Indonesia perlu dimulai.  Masalah ibukota adalah masalah pemerintahan secara keseluruhan, maka yang harus melakukan inisiatif serius terutama adalah pemerintah pusat. Tentu pemerintah pusat harus bersama-sama membicarakannya dengan pemerintah daerah yang akan ketempatan lokasi kantor-kantor kementrian. Pemerintah daerah yang akan ketempatan lokasi kementrian harus mampu menyediakan lahan secara gratis dan bekerjasama dengan pemerintah pusat membangun infrastruktur dasar pada kota kementrian yang dibangun dengan pendekatan greencity (full public transport, pejalan kaki, dan bersepeda). Ibukota belum perlu pindah, NAMUN Jakarta perlu dikurangi beban beratnya.

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: