Penyelenggaraan Transmigrasi Mendukung Wilayah Kepulauan dari Perspektif Infrastruktur Berbasis Kelautan

  1. 1.      Latar Belakang

Transmigrasi dalah soal mati dan hidup bangsa Indonesia sehingga perlu adanya musyawarah untuk membuat transmigrasi sebagai persoalan nasional serta gerakan nasional yang menggerakkan masa rakyat dalam pengintegrasian antara pemerintah dan rakyat secara terorganisasi (Presiden Sukarno, Departemen Transmigrasi RI, 1993: 5-6)

Transmigrasi merupakan kewajiban kita dalam pembangunan Indonesia. Oleh karena itu pandangan negatif harus disingkirkan, dengan konsepsi penyelenggaraan yang tepat dan fakta yang benar. Transmigrasi merupakan bagian dari hak membangun bangsa Indonesia (Wakil Presiden Mohammad Hatta, Departemen Transmigrasi RI, 1993:6)

Strategi pembanunan transmigrasi harus diletakkan pada jangkauan pemikiran jangka panjang dalam kerangka pembangunan nasional yang memeratakan pembanunan keseluruh wilayah NKRI dalam membangunan masyarkat baru yang adil, makmur dan sejahtera. Prgram transmigrasi tiada bandingnya dalam sejarah modern dunia yang melibatkan satu bangsa dalam perpindahan sukarela karena alas an perdamaian, ekonomi dan kemanusiaan (Presiden Suharto, dalam Departemen Transmigrasi RI, 1993:6).

NKRI yang merupakan Negara kepulauan terdiri lebih dari 17.0000 pulau besar dan kecil dengan potensi sumber daya alam yang bervariasi dengan penduduk berbagai macam suku, budaya, dan agama namun memiliki kondisi yang kurang seimbang dalam masalah produktivitas, pendapatan, dan penyebaran penduduk serta ketidak seimbangan struktur ekonomi diberbagai sector yang terutama sector transportasi dan telekomunikasi.

Dalam konsideran Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah dan Swasta dalam Penyediaan Infrastruktur disebutkan bahwa ketersediaan infrastruktur yang memadai dan berkesinambungan merupakan kebutuhan mendesak untuk mendukung pelaksanaan pembangunan nasional dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, serta me ingkatkan daya saing Indonesia dalam kancah internasional.

Infrastruktur transportasi meliputi pelabuhan laut, sungai, danau, Bandar udara, Bandar udara, jaringan rel dan stasiun kereta api. Sedangkan infrastruktur telekomunikasi meliputi jaringan telekomunikasi darat, laut dan udara.

  1. 2.      Penyelenggaraan Transmigrasi Wilayah Kepulauan
  1. Tuntutan Lingkungan Strategis Luar Negeri

Perkembangan dunia sebagai dampak globalisasi yang membawa nilai dan perilaku baru dalam hubungan antara bangsa dan Negara diberbagai bidang social budaya dan ekonomi. Sehingga kerjasama antar Negara semakin terbuka luas dengan semakin mendorong mobilitas penduduk antar daerah dan anatar Negara semakin mudah dan mempengaruhi percepatan perubahan tata nilai. Sebagai contoh, bebergian warga atau penduduk di anatara Negara asean semakin mudah adanya kerjasama antara Negara ASEAN berupa kebijakan bebasa visa. Neagara maju seperti Singapura menjadi daerah tujuan perdagangan dan pariwisata diantara Negara ASEAN.

Sebaliknya kota-kota besar seperti Jakarta, Bangkok, Manila, dsb. Menjadi daerah tujuan bisnis anatar Negara dengan segala pengaruh dan perkembangan internasional yang mempengaruhi perilaku social ekonomi budaya. Sebaliknya daerah terpencil (kepulauan) atau perbatasan tanpa penghuni menjadi sangat penting terutama untuk kepentingan perdagangan gelap, bisnis dan keamanan Negara atau keutuhan NKRI. Contoh: kasus simpadan dan ligitan yang akhirnya dikelola Malaysia untuk kepentingan bisnis dan pariwisata lantaran NKRI tidak memperhatikan pulau-pulau tersebut.

Dalam kondisi tersebut pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa dalam hala geografi, sosial politik, ekonomi, dan budaya sangat mendesak guna mempertahankan eksisitensi Negara kepaulauan Indonesia dalam pergaulan antara bangsa dan negara. Oleh karena itu penyelenggaraan transmigrasi merupakan kegiatan bangsa yang strategis guna memperkokoh terwujudnya rasa kebangsaan dan kesatuan bernegara untuk mengatasi berbagai pengaruh global diberbagai wilayah NKRI.

  1. Tuntutan Lingkungan Strategis Dalam Negeri

Tersebarnya penduduk diberbagai wilayah geografi kepaulauan Indonesia yang didukung aneka ragam kapasitas SDM dan jumlah tenaga kerja yang ditinjau dari aspek produktivitas, keahlian, dan kesesuaian lapangan kerja antar penduduk memberikan tuntutan pemerataan pembangunan dengan pendekatan mobilisasi atau perpindahan antar daerah berdasar potensi daerah, kesesuaian dan kapasitas SDM. Contoh: daerah kepulaian membutuhkan sejumlah SDM dengan kapasitas kegiatan perikanan seperti nelayan, pengolahan ikan dan usaha perikanan atau bisnis. Kegiatan lain di daerah kepulauan, pada tahapan berikutnya dalam transmigrasi, menuntut adanya SDM berkemampuan dibidang pariwisata seperti pengolahan sumber daya pariwisata (alam, industri kerajinan dan manufaktur, pelayanan hotel, rumah makan, dan transportasi)

Tidak kalah pentingnya adalah aspek ideologi untuk mewujudkan tatanan masyarakat diwilayah transmigrasi kepulauan dengan penyediaan berbagai fasilitas umum, social dan budaya seperti adanya sarana pendidikan, kesenian, olah raga dan keamanan lingkungan atau wilayah transmigrasi kepulauan. Sistem keamanan wilayah kepulauan perlu adanya andalan militter kelautan dengan kebutuhan kapal yang handal dan mampu mengejar kapal yang memasuki NKRI secara illegal untuk kepentingan perdagangan maupun perikanan.

Wilayah kepulaun Indonesia yang Indah sangat membutuhkan adanya investasi akomodasi pariwisata serta kebutuhan SDM pariwisata yang handal dimasa datang. Infrastruktur transportasi dan telekomunikasi menjadi sangat penting untuk mendukung pengembangan potensi wilayah kepulauan seperti jaringan transportasi laut, udara dan telekomunikasi antar pulah dan wilayah.

  1. Penyelenggaraan Transmigrasi Wilayah Kepulauan

Jenis transmigrasi yang telah dikembangkan pemerintah RI adalah transmigrasi umum dan transmigrasi swakarsa yang lebih mengutamakan pembangunan atau pembukaan wilayah baru untuk permukiman. Sedangkan pola pengembangan transmigrasi dalam pemerintahan sekarang adalah melalui pengembangan KTM (Kota Terpadu Madiri) yang mencoba mengembangan pusat pelayanan publik diberbagai kegiatan diwilayah strategis yang merupakan pusat bersama antara daerah transmigrasi yang telah ada. Sehingga KTM memungkinkansuatau proses pengembangan dari potensi yang telah ada dari sejumlah daerah transmigrasi yang telah tumbuh. Sehingga pola pengembangan KTM kepulauan sangat ditentukan oleh pola pengembangan transmigrasi potensi pertanian dan transmigrasi potensi kelauatan. Berdasar kondisi ini maka infras struktur transmigrasi kepulauan sangat ditentukan oleh potensi wilayah kelauatan yang membutuhkan jenis infrastruktur transportasi dan telekomunikasi yang sesuai dengan wilayah kelautan.

Pengembangan infrastruktur perlu dilakukan berdasar prioritas pemerintah dalam menentukan wilayah kepulauan dan tuntutan pengembangannya dimasa datang untuk mengembangan aksesibilitas potensi sumber daya alam dan perekonomian pulau dan kelauatan serta telekomunikasi. Aksesibiltas darat akan ditunjang dengan pilihan jaringan jalan, sedangkan transportasi atau akasesibilitas anatar pula perlu adanya pengembangan pelayaran dan angkutan udara. Sehingga terminal angklutan darat, laut/air, dan udara menjadi prioritas yang penting untuk kepentingan kegiatan socialekonomi dan budaya serta keamanan.

  1. 3.      Infrastruktur Bernasis Kelautan: peningkatan aksesibilatas potensi dan pengembangan SDM

Infrastruktur berbasis kelautan adalah infrastruktur wilayah yang didasarkan atas kebutuhan kegiatan social ekonomi budaya yang didominasi kegiatan masyarakat di wilayah kelautan seperti transportasi dan telekomunikasu laut dimana transportasi darat dan udara menjadi pendukungnya.

a.Sistem Transportasi

Sistem transportasi wilayah kepulauan adalah keterhubungan antara nodes, jaringan dan kebutuhan akan pergerakan atau transportasi di wilayah kepulauan. Wilaya kepulauan adalah wilayah yang secara geografi didominasi oleh wilayah laut. Permintaan akan transportasi pada keadaan sosial ekonomi daerah atau wilayah kepulauan. Adapun interaksi pergerakan dapat dilihat pada skema berikut:

Node digambarkan sebagai tempat asal atau tujuan dari pergerakan. Konsep node ini sangat bervariasi dan tergantung dari bobot lokasinya. Network atau jaringan terdiri dari kumpulan jalur transportasi (link) yang sesuai dengan infrastruktur transportasinya. Permintaan atau demand pergerakan sangat dipengaruhi oleh manusia, barang dan informasi. Ketiga faktir system transportasi sangat ditentukan oleh lokasi, arus, dan fasilitas terminal (hub).

Dalam suatu lokasi, tingkat akumulasi kegiatan social ekonomi yang dianggap sebagai kebutuhan suatu pergerakan yang dapat diukur ditempat ybs. Impedansi adalah suatu yang berkaitan dengan tingkat aksesibilitas node terhadap pelayanan kebutuhan transportasinya. Arus pergerakan merupakan jumlah lalu lintas yang berada dalam suatu jaringan dan arus ini berhubungan dengan jaringan pendukungnya. Terminal merupakan fasilitas yang mendukung atau atau dapat digunakan untuk emmasuki suatu jaringan pergerakan.

Mobilitas penumpang dan barang tergantung dari keterpisahan antar ruang. Sedangkan intensitas transportasi penumpang dan barang sangat dipengaruhi dari jarak yang akan ditempuh serta keperluan untuk mengadan transportasi tersebut. Pergerakan atau transportasi penumpang dn barang dibatasi oleh waktu yang pengukurannya tergantung dari keperluan pergerakan tersebut. Tingkat keterhubungan komoditas (agro dan pabrik) perlu diperhatikan. Untuk transportasi penumpang keterhubungan sangat dipengaruhi oleh jarak dan perbandingan waktunya. Sedangkan barang sangat ditentukan oleh nilai komparatif barang didaerah tujuan (Departemen Dalam Negeri RI, 2006 dan lihat Gambar 2.)

b. Sistem Tata Ruang Kawasan

Untuk pengembangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) di wilayah Kepulauan perlu adanya transformasi WPT dan SKP dalam skema kepulauan. Sehingga dimungkan lokasi WPT dan SKP akan terpisah antar pulau. Sehingga dimungkan pulan WPT berupa hub atau kota pelabuhan yang melayani SKP daratan dan antar pulau. Sehingga transportasi atau pergerakan kelautan menjadsi dominan yang ditunjang oleh transportasi udara dan daratan.

 

  1. 4.      Infrastruktur Wilayah Kelautan dan aksesibilitas untuk memacu potensi ekonomi dengan dukungan SDM dan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi  

Untuk mengembangkan konsep KTM kepulauan maka potensi sumber daya alam sebagai dasar pengembangan erkonomi perlu dikaitkan dengan system pengolahan sumber daya alam wilaya kepulauan, missal:

–          Hasil pertanian (sawit) di pulau A maka pulau A tsb. perlu adanya industri pengolahan sawit dan berbabai kaitan industrinya, seperti minyak, bahan bangunan dsb.

–          Hasil perikan di kepulaun B maka di wilayah B perlu adanya pengolahan hasil perikanan berupa ikan asin, pengalengan ikan dsb.

–          Untuk menunjang perekonomian terpadu maka tempat wisata dan fasilitas akomodasi perlu dikembangan lebih lanjut disekitar wilayah kepulauan A dan

Berikutnya pengembangan SDM (termasuk fasilitas pendidikan atau politeknik) perlu dilakukan untuk mendukung kegiatan pertanian, perikanan, pengolahan hasil pertanian dan perikanan serta pariwisata.

Sumber Daya Wilayah Kepulauan

Infrastruktur Transportasi

 

Telekomunikasi

Utama

Penunjang

A. Primer
1. Pertanian

laut

udara, darat

Utama
2. Perikanan

laut

udara, darat

Utama
3. Kehutanan

laut

udara, darat

Utama
B. Sekunder
1. Pengolahan hasil pertanian

laut

udara, darat

Utama
2. Penolahan hasil Perikanan

laut

udara, darat

Utama
3. Pengolahan hasil kehutanan

laut

udara, darat

Utama
C. Jasa

udara

laut

Utama
1. Pariwisata
D. Transportasi

Sumber dana

Sumber dana

1. Transportasi

Pemerintah  dan Swasta

Pemerintah dan swasta

2. Telekomunikasi

Pemerintah dan Swasta

Pemerintah dan swasta

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: